Hati takkan pernah memperlihatkan dusta pada pemiliknya. Ia hanya menampakkan dorongan murni yang terpendam dalam diri. menunjukkan gambaran paling polos dalam wajah kesederhanaanya.
Namun saat hati bersebrangan dengan “takdir langit” yang menutup setiap celah mengalirnya tetes-tetes perasaan dari hati. Menahan dorongan untuk enggan pergi namun tak mungkin mendekat. paradok ini menghidupkan rasionalitas pikiran yang membisikkan jawaban-jawaban membingungkan yang harus di pilih.
Dan pertentangan hati dan pikiran ini hanya meniupkan badai-badai dalam diri. membawa detik-detik perjalanan ini dalam lembah ketidak pastian. menumbuhkan pengharapan dalam bahtera kecemasan. membesitkan keingin tauan dalam pekatnya kerumitan.
Sedangkan pikiran sedang mencari jalan untuk bersua dengan hati, menyatukan akal dengan kalbu. Mencampur rasa dengan karsa…menyatukan keping kehidupan dan mendorong kaki untuk berani melangkah..
dan Semoga kehidupan itu menjadi lebih indah

15 comments
Comments feed for this article
August 24, 2010 at 1:55 pm
Fajar Noviartha, S.Si
dorongan murni yang terpendam dalam diri. menunjukkan gambaran paling polos dalam wajah kesederhanaanya………. ane suka bagian ini… tapi gak stuju dng kata kalbu.. ganti qolbu aja… he2 ^^
August 24, 2010 at 1:59 pm
aufklarung554
kan bahasa indonesia brur…:D…..
August 24, 2010 at 2:08 pm
Budhi
Saya senang bagian yang ini: “Sedangkan pikiran sedang mencari jalan untuk bersua dengan hati, menyatukan akal dengan kalbu…”
Semangat, bro!
August 24, 2010 at 2:20 pm
aufklarung554
August 24, 2010 at 3:01 pm
bundapiaradaku
mas Budiii…!!! Pa kabarrrrr…??? lama gak jumpo?? ^___^
*numpang reuni*
August 25, 2010 at 7:56 am
Budhi
Alhamdulillah, baik. Danti pakabar? Dah lulus ya?
Masih sibuk di PAUD?
*numpang reuni juga* :p
August 25, 2010 at 9:26 pm
bundapiaradaku
Alhamdulillah aku baiiiikkk… belum lulus mas :p
sedang berjuang nih… doakan ya!! doa orang pinter kan makbul :p
hehe masih2… tpi saat ini lgi off, tpi Insya Allah terus belajar menjadi seorang guru kehidupan *halah :p
*btw, ga enak ama tuan rumah, pindah ke blog wp saya aja mbalesnya
*
August 25, 2010 at 10:57 pm
aufklarung554
gak papa kok, reuni di sini….asal bayar uang pangkal nya…-_-v
August 26, 2010 at 5:51 pm
bundapiaradaku
August 27, 2010 at 5:03 pm
aufklarung554
becanda2…
August 29, 2010 at 2:06 am
bundapiaradaku
(drinking)
August 31, 2010 at 7:03 am
ag
sudah 3x baca, selalu suka bait pertama, tapi juga selalu kebingungan di bait kedua. bukan tentang makna, itu justru terlihat jelas. tapi, menurut ag, ada yg sedikit terabaikan, penekanan intonasi dalam tanda baca. hehe,,
emmh,,dalam diri manusia yang berjiwa sehat jasmani dan rohani, akal tidak akan bertentangan dengan kalbu. tapi, tentu ada batas pemahaman yang dapat dicapai oleh akal (nalar) kita. yang penting untuk diingat bahwa “kebenaran adalah sesuatu yang dinyatakan dalam al-quran dan al-hadits, meski terkadang nalar kita tidak mampu untuk mencapainya”. rasanya itu sudah harga mutlak. sedangkan kalbu (basirah), dia selalu akan kembali pada Tuhannya, sebaik atau seburuk apapun si pemilik kalbu. oleh karenanya, ketika pertentangan itu terjadi (antara akal dan kalbu), yang diperlukan adalah iman. comme ça, wallahu’alam.. =]
nice post!
August 31, 2010 at 8:01 am
aufklarung554
pasti kalimat terakhir di bait pertama…
ini tulisannya dapet inspirasi dari temen2 ane yang lagi pada lucu2..lagi pada stress, sensi, bingung…dan bawaanya melo kalo ketemu..(soalnya lagi pada ikhtiar untuk menggenapkan diennya)…bait kedua hanya bicara tentang itu..
kebenaran dalam perspektif ketuhanan itu sudah tidak perlu di perdebatkan. sebagai orang beragama, konsepsi keimanan itu hargga mati yang tidak bisa di tawar. namun tulisan ini hanya ingin mengambil pendekatan mannusiawi memandang diri sebagai makhluk yang tidak mungkin sempurna, bukan makhluk yang mampu menggaris bawahi timbangan adil dalam menilai sebuah masalah dalam wilayah putih hitam saja…
ini hanya cara untuk memahami dorongan diri sebagai manusia, dalam wilayah2 kewajarannya……
wallahu’alam
September 1, 2010 at 2:00 am
ag
menurut ag, bait pertama itu terintegrasi sempurna antarkalimatnya, bukan hanya kalimat terakhirnya aja. c’est magnifique et je l’aime.. =]
September 1, 2010 at 4:43 am
aufklarung554
makasih teh agis…:)