Orang asing

Orang asing

Seseorang yang asing

Berdiri di dalam cermin

Tak kupercaya aku pada pandangan ku

Begitu banyak cinta telah mengambil dariku

 

Aku kesepian

Aku kesepian di keramaian

Mengeluarkanmu dari ingatan

Bak menceraikan angin dari awan

 

Takut

Takut

Aku sangat takut

Kehilangan seseorang yang tak pernah kumiliki

Gila, gila rasanya

Gila karena cemburu buta

Yang tersisa hanya kenangan

Saat kau meninggalkanku sendirian

Di bawah rembulan yang menyinari kota kecilku yang di tinggalkan zaman

Sejauh yang dapat kukenang

Cinta tak pernah lagi datang

 

Bulan diatas kota kecilku yang ditinggalkan zaman

Bulan diatas kota kecilku yang ditinggalkan zaman

(sumber : padang bulan, hal 198-199)

Aku mencintaimu, karna kau serupa bintang.

meski jauh kau tetap dekat.

meski terkadang berpisah kau tetap bercahaya.

jauh di relung-relung jiwa…

Aku mencintaimu, karna kau seperti dian

yang menyala-nyala di dalam dada..

menghangatkan jiwa

terus hidup dalam segala kepastian..

Aku mencintaimu, karna aku harus mencintaimu

rukuk dan sujudku membuat bukti..

kukatakan padamu,

aku mencintaimu..

yah…

aku mencintaimu..

kau dengar itu

aku mancintaimu karna rukuk dan sujudmu pada Tuhanmu

aku mencintaimu

karna kita… satu jiwa …yang padu

*karya : ayatul husna , dibacakan oleh Ust ilyas  – kcb 18 ramadhan 1431H

– buat yang tau teks aslinya mohon di perbaiki, ini hanya sebatas yang mampu di ingat-

Dalam kelas pendidikan,

akan selalu tersedia buku teks

yang berisi rumus dan konsep

yang membantu kita memecahkan

masalah…

….. Namun kehidupan tidaklah sesempit kelas pendidikan …

tidak ada buku teks yang tersedia,

namun seringkali

jawaban yang kita perlukan  selalu

ada di depan kita,

… jika …

kita mampu membuka mata dan memperhatikan dengan lebih baik


Hati takkan pernah memperlihatkan dusta pada pemiliknya. Ia hanya menampakkan dorongan murni yang terpendam dalam diri. menunjukkan gambaran paling polos dalam wajah kesederhanaanya.

Namun saat hati bersebrangan dengan “takdir langit” yang menutup setiap celah mengalirnya tetes-tetes perasaan dari hati. Menahan dorongan untuk enggan pergi namun tak mungkin mendekat. paradok ini menghidupkan rasionalitas pikiran yang membisikkan jawaban-jawaban membingungkan yang harus di pilih.

Dan pertentangan hati dan pikiran ini hanya meniupkan badai-badai dalam diri. membawa detik-detik perjalanan ini dalam lembah ketidak pastian. menumbuhkan pengharapan dalam bahtera kecemasan. membesitkan keingin tauan dalam pekatnya kerumitan.

Sedangkan pikiran sedang mencari jalan untuk bersua dengan hati, menyatukan akal dengan kalbu. Mencampur rasa dengan karsa…menyatukan keping kehidupan dan mendorong kaki untuk berani melangkah..

dan Semoga kehidupan itu menjadi lebih indah

Asrul : kata-katamu hanya menjadikan kemiskinanku terasa menyakitkan
Azzam : bang, orang yang ikhlas akan lebih menghargai apa yang ia miliki dari pada apa yang tidak ia miliki…
baik-baik, saya paham apa yang ingin abang sampaikan…maafkan,  saya akan lebih berhati- hati dengan kata-kata saya
(menoleh ke istri dan anak2 asrul)
Azzam : mbak..adik-adik saya permisi dulu..assalamualikum
Asrul : waalaikumsalam (dengan menaham geram)
(azzam masuk mobil dan membuka kaca)
Azzam : bang, pernah mencoba tidur di kolong jembatan?..saya pernah 5tahun hidp di bawah kolong jembatan..dulu kami sering hampir terbawa banjir..saat anak2 seusia saya sudah belajar membaca dan berhitung…saya masih buta huruf…dan kami menunggu 5 tahun hingga allah swt mengangkat derajat kami..

[potongan dialog salah satu episode PPT1 dengan beberapa perubahan mengikuti kemampuan mengingatku]

Setiap orang seringkali melupakan kondisi orang2 di bawah kondisi mereka…kita hanya mampu melihat sesuatu dari hasrat tertinggi yang kita ingin capai..terkadang kita lupa bahwa kondisi seseorang adalah gabungan ikhtiar dan ketetapan allah yang berjalan beriring dan menjadikan kehidupan ini sebagai sarana untuk menyatukan kelemahan manusia dan keMaha segalaan Sang pemilik kehidupan…
Seringkali kita tidak mampu mendefinisikan sekenario kehidupan kita dan terpuruk mencela segala kekurangan yang ada pada diri kita. Kita sering kali lupa di balik kekurangan yang melingkupi kehidupan allah tetap memberikan kelapangan dan rizki yang mngkin karna seringnya kita menerimanya maka kita anggak sebagai kewajarn dan biasa. Padahal kenikmatan dalam kehidupan yang selama ini ikita lalui adalah bentuk kasihsayang Allah pada manusia..
Pikiran dan hatiku smpat tersentak kembali saat melihat dan mendengan fragmen episode diatas tersebut. Kemiskinan yang menyakitkan bagi sebagian orang adalah sebuah tahapan kesadaran yang dilalui untuk menunggu momentum allah meninggikan derajat nya di masa berikutnya…niali keikhlassan yang sering dilupakan menyebabkan segala ketetapan yang kurang di nilai sebagai sebuah siksaan yang tidak menyakitkan…namun bagi manusia yang mampu memahami bahwa perjalanan kehidupan dari minimnya kelimpahan (dalam standar manusia) adalah kesempatan dari allah untuk manusia belajar menghargai rizki yang lebih besar maka kita tentu akan bisa lebih arif melihat itu semua….

[semoga bisa mengingatkan kita…tentang nikmat2 kecil yang menjadikan hidup kita menjadi lebih baik dari orang lain..]

Aufklarung

Dari dulu sangat percaya gak ada darah seni yang mengalir di badan ku…karna dari kecil nilai kesenian n bahasa selalu rata-rata dan gak pernah sampe pada taraf “Lurbiasa”…makanya pas tiba2 dapet inspirasi langsung aja coba bikin ni puisi…puisi pertama yang berani ku publish karna kalo biasa emang gak pernah bisa bikin puisi n pasti jadi nya aneh…

jadi mumpung pas “lumayan” hasilnya (dibanding yang lainnya) semoga bisa jadi inspirasi untuk dunia..:)

2009

Aku tau hari ini adalah lembar baru untuk mu..
tapi untuk ku ini adalah halaman penutup dari sebuah buku kenangan yang sangat berwarna…
mungkin kau tak akan tau, karna aku menggambarnya sendiri…
dalam bisuku..dan aku tidak mau menujukkan nya padamu…
karna aku tau aku tak bisa …melakukan itu…

Aku berdoa untukmu …..saudariku…
Semoga kau bahagia…semoga sosoknya mampu melindungi mu..menuntunmu…menjagamu..
Dan membuatmu menghiaskan senyum terindahmu untuk dunia…
aku tau..kau dan cita-cita besarmu…
akan menjadi cahaya untuk orang2 di sekitarmu…seperti yang kau lakukan untuk sahabat2 mu dulu….

Kau akan selalu menjadi orang yang penting untukku …
karna kau telah banyak mengajarkanku makna kehidupan…
mengisi sebagian kenangan ku dengan warna yang indah…
walau mungkin aku malah menumpahkan noda dalam hatimu dulu…
maaf kan aku yang melakukannya…bukan aku bermaksud begitu…
aku hanya terlalu takut untuk membuka hatiku waktu itu…
karna aku terlalu tidak mengerti perasaan ku…….yang waktu itu tumbuh perlahan dalam hatiku….
jiwaku pun menolak jika aku meuruti suara2 sumbang di sekitarku…
karna aku ingin sesuatu yang polos…bersih….indah karna kesederhanaanya..
bukan hiasan ramai, yang dicoretkan tangan-tangan yang tiba-tiba muncul…namun kemudian menghilang…

Aku sadari dulu jiwaku membatu….tak bisa pecah…karna aku terdidik begitu….namun suaraku selalu terkunci dalam mulutku…karna itu maafkan aku karna kelemahanku aku tak bisa menghiasi kenangan mu dengan warna seperti kau mengiasi kenangan ku dengan lukisan indah yang mungkin tidak pernah kau sadari….

Aufklarung

alhamdulillah setelah blog ini gak di pake lama…(setelah di bikin terus gak pernah di pegang lagi soalnya)…akhirnya punya kesempatan untuk membuka dan mengeksplor isinya. moment awal untuk belajar jadi blogger. dan semoga bisa mengisinya dengan bahan2 yang bermanfaat untuk kita semua…salam awal dariku untuk dunia..semoga kehidupan menghiasi mu dengan warna yang lebih indah….